Showing posts with label Renungan Diri. Show all posts
Showing posts with label Renungan Diri. Show all posts

Saturday, September 30, 2017

Parenting Jaman Now

Ilustrasi parenting | Sumber gambar: psychiatristpune.in
Dari judulnya sudah mencerminkan aura kekiniannya kan? Sekarang semua serba kekinian. Dikit-dikit kekinian, dikit-dikit kekinian. Sampe akhirnya kekiniannya ya cuma dikit-dikit. Tulisan ini akan cukup panjang, jadi mohon bersabar ini ujian. He he he....

Topik yang mau saya ungkapkan ini cukup berbeda dari semua jenis tulisan yang pernah saya post. Parenting. Ya topik ini belum pernah saya bahas atau ulas dalam curahan hati blog ini. Ngomongin soal parenting, yang mau saya tulis di sini sebenarnya adalah hasil diskusi singkat dengan sahabat yang cukup jarang bertemu seminggu yang lalu. Kala itu, bakda asar di masjid salah satu mall di Depok, saya bertiga dengan dua sahabat saya iseng-iseng ngobrol ngalor ngidul awalnya. Dari awalan itu, nggak tau juga kenapa kemudian mengarah ke topik parenting.

Sunday, January 15, 2017

Akhirnya Kumelamarmu: Cerita di Penghujung 2016

@ambrcwls's engagement day
"Kamu suka nggak Dek, motifnya?"
"Wih, bagus banget, warnanya Dedek banget tuh, Mas."
"Alhamdulillah, buat dibikin seragam nanti nih, Dek, hehee."

Masih sedikit ingat percakapan kita sekitar bulan Maret tahun 2016 yang lalu. Waktu itu, sepulang kerja aku mampir ke pusat perbelanjaan di dekat kosan. Terus lihat ada pusat batik yang ternyata baru saja launching. Lanjut iseng keliling untuk sekedar cuci mata, eh malah nemu kain yang rasa-rasanya pas buat dibikin seragam nih. Seragam apa yaa? Dipikir karo mlaku wae...

Saat itu memang sudah ada niatan di hati bahwa tahun ini aku harus memantapkan hati untuk melamarmu. Namun, masih memikirkan dan mempertimbangkan waktu yang tepat. Semenjak itu, setiap kali kita bertemu, kamu mungkin tak sadar bahwa aku selalu menyelidik, menggiring opini ke arah sana, meskipun selalu berakhir seolah ini hanya sekedar guyon. Tak apalah saat itu kupikir memang belum tepat momennya untuk membahas lebih lanjut.

Saturday, November 1, 2014

Mencari Indonesia di Pantai Balangan?



Keren kan, Pantai Balangan ini?
Sepulang dari Sanur, menikmati sunrise yang epic di sana, kami memutuskan pulang dulu ke hotel, mandi-mandi dan sarapan dulu lah sebelum melanjutkan petulangan di Bali hari kedua itu. Iya, hari ketiga ini tak boleh tinggal diam dan harus dimanfaatkan seromantis mungkin, eh semaksimal mungkin buat mengeksplor Bali hingga ke urat-uratnya. Rencananya sih gitu, kita lihat saja nanti, hehehe…

Selepas mandi, beberes ria dan sarapan dengan roti bakar plus telor mata sapi yang Ciwul Cuma doyan putihnya doang, kita caw. Eh belum caw ding, kan sarapannya pas baru pulang ya dari Sanur ya, baru mandi, jadi masih di kamar aja kalo gitu, nunggu agak siangan. Tanda-tanda ambisi mulai teredam, hahaha.

Agak siangan deh akhirnya kami baru caw dari hotel, naik motor lagi dan tujuannya adalah Ayam Betutu khas Gilimanuk yang maknyus parah. Enak, mantep dan pecah parah sampe-sampe aku ‘terpaksa’ nambah porsi ayamnya, hehehe. Eits, tapi bukan ini kok tujuan utama kita hari ini karena petualangan masih akan berlanjut ke Bali selatan sana, ke Pantai Balangan. Tetep dengan bermodal waze di tangan, kita cus menuju selatan Bali dan lagi-lagi lewat tol laut Bali yang bikin melayang itu.

Monday, August 4, 2014

Jarak Kita Semakin Dekat...

Awal mula gue bikin blog ini, sempet kepikiran tuh buat ngeshare artikel-artikel motivasi gitu. Sampe akhirnya gue nggak fokus dan hampir semua topik dan tema gue taroh aja di sini (meskipun nggak semua-muanya juga..) mulai dari urusan rumah tangga (gue belum berkeluarga), urusan kuliah, kehidupan sehari-hari, hal-hal yang kepikiran di otak gue, lagu-lagu yang nggak jelas tapi bisa-bisanya gue tulis, sampai pada travel blog.

Yang terakhir itu mulai getol gue gandrungi sebenernya semenjak gue ketemu sama partner yang luar biasa. Siapa dia, kalo beberapa kali pernah mampir blog kumuh gue ini, kemungkinan besar bakal tau. Ya, karena hampir di setiap postingan blog gue yang berkaitan dengan traveling, pasti ada doi, kecuali pas naik gunung (ini salah satu mimpi gue buat ngajakin doi naik gunung, suatu saat nanti..hehehe).

Hampir dua tahun, kita bersama, gue dan doi jalan bareng, jadi partner suka maupun duka, sedih seneng, bahagia nestapa (halah..) sampai berbagi kekonyolan juga sama-sama. (hampir) Dua tahun memang bukan waktu yang lama atau juga waktu yang sebentar karena selama hampir dua tahun itu jadi masa buat kita berdua saling mengenal satu sama lain.

Tuesday, June 3, 2014

Mbarrrrr...

Nggak usah sok sibuk mulu lo....


NULIS woiy....NULIIIIIIIS...!!!

Arrrrrrrrrgh, kapan gue nulis lagi?


Arrrrrrrrrgh, kapan gue nulis lagi?

Tuesday, April 1, 2014

Kenapa Harus Jadi PNS?

Yakin jadi PNS?
Ceritanya, seorang ayah sedang pusing tidak kepalang. Bagaimana tidak, anak laki-lakinya yang sulung yang menjadi tumpuan cita-citanya menolak untuk jadi pengusaha. Anaknya bersikeras ingin jadi pegawai negeri. Alasannya sederhana menjadi pengusaha penuh resiko dan melelahkan, sementara jadi pegawai negeri kerjanya santai, uangnya pasti (meski tidak kerja serius dan sering bolospun gaji tidak berkurang), terus waktu tua dapat jaminan.

Bapaknya marah besar dengan alasan tersebut.

“Bapak ini pegawai negeri tapi bapak tidak bekerja dengan alasan seperti kamu.”, demikian suara keras sang Ayah.

“Bapak mengabdikan diri pada negeri ini meski bapak sering merasa asing di negeri sendiri…Bapak sering merasa tolol di antara para pemeras rakyat yang sah di mata hukum. Jadi pengusaha itu lebih mulia, kamu bisa membantu memberi nafkah orang lain…” bentak bapak.

Babak Baru Hidup Segera Dimulai


Life is a choice..
Huh hah huh hah!!!

Lama banget rasanya sejak terakhir kali gue mosting di blog. Berapa ribu momen terlewatkan buat gue share di sini? Berapa juta kata-kata yang luput gue sampaikan lewat portal maya ini? Ampundeh… saking (sok) sibuknya akhir-akhir ini sampai kehilangan kebahagiaan dan kemerdekaan gue dalam menulis dan mencurahkan segala hal lewat tarian jari-jari di keyboard.

Detik ini gue mulai lagi, harus mulai dari awal dan meskipun begitu belum tentu juga bisa sama seperti dulu. Sedih rasanya ketika kebahagiaan ini terenggut oleh yang namanya rutinitas yang gue sendiri belum bisa mengaturnya. Entahlah, mau gimana juga nantinya bakal harus gue jalanin dengan sungguh-sungguh dan istiqomah (ceileeeh…bahasa gue udah kayak ustad-ustad ye..).

Friday, December 13, 2013

Bekerja Atau Berpura-Pura Sibuk?

Back to busy...back to work.
Tak perlu berpura-pura sibuk.

Orang dinilai dari karya yang dituntaskan dan bagaimana ia mengerjakannya.

Bukan dari seberapa lama ia duduk di balik meja kerja, atau seberapa banyak pertemuan yang diikutinya, atau seberapa padat jadwal waktunya. Sungguh jauh berbeda pengertian sibuk dengan bekerja.

Pekerjaan terkadang menuntutmu untuk sibuk. Namun, sibuk tidak selalu berarti bekerja. Berperilaku sibuk lebih mudah dilakukan ketimbang bekerja.

Apakah kamu sibuk agar tampak bekerja?

Thursday, December 12, 2013

It's a Good Day to Have a Good Day

Have a nice day... 
Pagi ini aku banyak berpikir, nggak seperti biasanya. Biasanya mikir sih tapi nggak segitunya. Kali ini tentang bagaimana sebenernya kita memulai hari dengan bener biar bisa seperti yang biasa kita sampaikan ke orang lain “have a nice day ya..” atau “have a great day..”. Yah, biar nggak sekedar ucapan maka harus ada triknya kan ya atau langkah yang harus dilakuin biar minimal hari kita bisa berjalan lancar dan “it’s a beautiful day, ever..”

Hari yang cerah bukan ditandai dengan matahari yang bersinar terang atau udara yang sejuk, melainkan dari hati dan pikiran yang segar. Kecerahan suatu hari dimulai dari dirimu sendiri. Kita tahu bahwa sesuatu yang dimulai dengan baik merupakan separuh dari pencapaian tujuan. Karena itu, memulai aktivitas hari ini dengan kecerahan suasana adalah modal besar untuk menyelesaikan hari dengan baik pula. Bagaimana memulai hari dengan cerah sangat dipengaruhi oleh pola hidup kita. Berikut beberapa tips ringan yang semoga bisa membantu buat memulai hari-hari kita dengan cerah.

Saturday, November 30, 2013

Absurditas Dua Sisi Kehidupan

Gambarnya nggak absurd kok, baca aja isinya...

Hari ini aku kembali tersentil dengan dua sisi kehidupan. Dua sisi kehidupan yang lama tak disadari dan kemudian mencoba menunjukkan eksistensinya ke permukaan. Dua sisi kehidupan yang berjalan beriringan dan seringnya timbul tenggelam beriringan pula. Terkadang satu sisi lebih eksis dan terkadang sisi satunya mencolok signifikan.

Dan hari ini dua sisi kehidupan itu muncul dan ingin eksis bersamaan. Fase yang sangat sangat membuat rasa dan asa seolah dipermainkan, diangkat kemudian dibanting dan pecah berkeping-keping. Aku sadar masih cukup lemah untuk dihadapkan pada fase ini. Entahlah, entah lemah atau aku yang belum siap.

Wednesday, November 13, 2013

Renungan tentang Kematian

Daun yang gugur tak pernah membenci angin 
Satu daun gugur dari pohon kehidupan.
Daun yang begitu hijau dan segar, dia jatuh tanpa angin yang meniupnya.
Perjalanannya di tangkai-tangkai dunia begitu sementara.
Siapa yang tahu, akan secepat ini…

Tuesday, November 12, 2013

Masalah dan Analogi Segelas Air

image: ryandutka.com
Nah ini ada cerita yang menurut saya asosiasinya oke untuk terus-terus diingat ketika lagi berhadapan dengan masalah. Semoga kamu dapat deep-insight...

Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stres, Steven Covey, pakar Leadership-7 Habits, mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya: seberapa berat menurut Anda segelas air ini?

Benarkah Cinta adalah Sebuah Proses?

image: writingthroughthefog.com
Cinta adalah proses...

Monday, September 23, 2013

Aku, Jogja dan Cinta…

Jogja | pic: tonihandoko.files.wordpress.com
Jogja selalu memberikan kesan luar biasa di setiap kunjungan yang aku lakukan. Ini juga yang bikin aku selalu ingin ingin dan ingin untuk terus kembali menuju kota kecil dengan sejuta pesona ini. Kali ini aku kembali ke kota ini dengan membawa cinta, ya cinta. Biarlah orang atau kalian yang membaca postingan ini menganggap aku alay atau apapun itu, yang jelas begitulah adanya.

Aku, Jogja dan cinta…seperti sudah menjadi siklus alami yang akan terus berputar dalam hidupku, sekarang, esok dan semoga seterusnya. Menjadi lelaki paling beruntung di dunia ketika cinta menyelimuti setiap jengkal perjalananku di sana. Ya, Jogja punya cerita, di sana ada cinta. Dia yang selalu menungguku pulang, kembali di setiap kehangatan cinta yang dia berikan.

Monday, May 20, 2013

Antara Pilihan, Takdir dan Usaha

Seringkali dalam hidup, kita dihadapkan pada suatu kondisi di mana itu adalah yang paling tidak diinginkan. Stress dengan kesibukan sehari-hari, bosan, penat, kecewa, sedih, marah, terkucilkan, diabaikan, rendah diri, hingga frustasi dengan hidup. Beberapa pernah gue alami, dan itu emang nggak enak. Kondisi di mana kita merasa begitu lemah, tak berdaya dan serba salah. Merasa semua yang kita lakukan itu salah di mata orang lain tapi dari kacamata kita sendiri. Lalu apa yang harus kita lakukan? Kalo orang jawa bilang,”hanjuk aku kudu piye?”

Paling pertama sekali menurut gue adalah kita harus memahami hakikat hidup itu. Coba kita bertanya pada hati nurani sebenarnya apa yang menjadi alasan kita untuk hidup. Apa sebenarnya yang kita cari? Pentingkah hidup ini? Untuk apa kita belajar, bekerja, mengejar deadline untuk mencapai target dan sebagainya? Seberapa jauh kita mengenal diri kita sendiri? Benarkah kita punya tujuan? Bagaimana untuk mencapainya? Apakah tujuan itu memang benar-benar orientasi hidup kita? Atau ada orientasi lain yang tak terlihat tapi sebenarnya itu yang jadi tujuan kita hidup?

Friday, May 17, 2013

Skripsi vs Pacar, Mana yang Paling Benar?


Skripsi lo... | Sumber gambar: hamdandesign.net
Saat menjadi mahasiswa, banyak hal menyenangkan bisa lo dapet. Pengalaman, teman, ilmu, keterampilan, sampai ke gebetan atau pacar juga bisa aja lo dapetin. Seiring waktu berjalan, hingga sampailah sang mahasiswa menjadi “mahasiswa tingkat akhir” yang punya momok menakutkan bernama skripsi, tugas akhir atau apalah itu namanya. Istilah di kampus gue buat tugas akhir mahasiswa tingkat akhir jenjang S1 itu ya skripsi.

Skripsi menjadi semacam dementor yang gemar mencium dan menyedot hawa kebahagiaan dari orang-orang. Kalo dalam kasus ini ya itu tadi, mahasiswa tingkat akhir. Ketika mengerjakan skripsi, banyak masalah yang sering muncul. Mulai dari uang saku menipis, teman yang satu-per-satu mulai nggak keliatan, orientasi hidup yang fluktuatif, pertanyaan dari ortu “kapan lulus? kapan wisuda?” dan masalah sama pacar.

Thursday, April 11, 2013

Kontemplasi Absurditas Sisyphus karya Albert Camus

Parodi Myth of Sisyphus | distilleryimage
Sudah lama rasanya sejak terakhir kali membaca filsafat. Mungkin tiga bulan yang lalu ketika saya membaca Myth of Sisyphus-nya Albert Camus. Saya ingat waktu itu saya baca itu karena ada tugas dari dosen. Tugas untuk menganalisis berbagai macam karya sastra dengan dikontemplasikan pemikiran tokoh filsafat eksistensialis. Secara garis besar karya ini menceritakan tentang Sisyphus yang dikutuk dewa untuk menggelindingkan batu dari kaki gunung ke puncaknya. Berkali-kali pekerjaan itu dilakukan dan berkali-kali pula batu itu menggelinding ke kaki gunung. Kata para dewa, tidak ada hukuman yang lebih mengerikan daripada melakukan pekerjaan yang sia-sia dan tanpa harapan.

Tuesday, April 9, 2013

Sisi Gelap Manusia

meski berkali-kali kukatakan dan kuyakini
bahwa manusia adalah gudangnya khilaf
namun cibiran tetap menohok sinis
sembari bisik-bisik lewat pintu belakang
merendahkan menghina dan segala kata usil

tapi tak mengapa
sebab manusia memeang cenderung diperbudak nafsunya
dan memperbudak sesamanya
pemuda manislaku di muka kedua orang tuanya
yang ternyata berjalan mengitari pusat perbelanjaan
mencari mangsa perempuan tua yang nampak berpunya

Sepak Bola! Menggelinding Pun Memakai Otak!

gempita seluruh hamparan lapangan
berpeluh air liur ambisi kemenangan
mengatur siasat agar tendangan menuju sarang kemuliaan
dan jutaan umat gempar berteriak bagai perang kumpulan raksasa
dari segala penjuru dunia...
pada detik yang sama, waktu yang sama
mempunyai reaksi seragam yang seiring sama
begitu bermaknanyabenda bulat bundar yang terlempar lewat otot-otot kaki itu
mengelabui pihak lawan dengan segala aksi
menari atas kejelian kecerdasan otak, lagi-lagi menuju kaki

Katamu Tadi, 'Selamat Malam'

Oleh: Linda Djalil

Singkat betul katamu tadi,
selamat malam
itu saja
tapi aku paham sekali
ada kilatan jarum tajam menusuk
menuju kubu terbesar dalam kalbu
dan pinggir daun telinga
yang menyususp menuju getaran kamu
dan getaran aku

Katamu tadi, selamat malam...
singkat
bagai tak berjiwa
namun gemuruh roda gerobak pun kalah berisik
manakala hati ini sesungguhnya penuh kata-bergalon-galon
yang menggebu-gebu
menggelinding berulang-ulang...
sementara kamu dan aku
berusaha mengusir jauh rasa gila itu
menghindar dari ungkapan...
sibuk membuang satu kata yang membola:
kangen!!!