Showing posts with label Metropolife. Show all posts
Showing posts with label Metropolife. Show all posts

Tuesday, April 1, 2014

Babak Baru Hidup Segera Dimulai


Life is a choice..
Huh hah huh hah!!!

Lama banget rasanya sejak terakhir kali gue mosting di blog. Berapa ribu momen terlewatkan buat gue share di sini? Berapa juta kata-kata yang luput gue sampaikan lewat portal maya ini? Ampundeh… saking (sok) sibuknya akhir-akhir ini sampai kehilangan kebahagiaan dan kemerdekaan gue dalam menulis dan mencurahkan segala hal lewat tarian jari-jari di keyboard.

Detik ini gue mulai lagi, harus mulai dari awal dan meskipun begitu belum tentu juga bisa sama seperti dulu. Sedih rasanya ketika kebahagiaan ini terenggut oleh yang namanya rutinitas yang gue sendiri belum bisa mengaturnya. Entahlah, mau gimana juga nantinya bakal harus gue jalanin dengan sungguh-sungguh dan istiqomah (ceileeeh…bahasa gue udah kayak ustad-ustad ye..).

Wednesday, September 25, 2013

Pantai Jungwok: Paduan Nama Asing, Pasir Kasar dan Perairan Dangkal

Pasir Pantai Jungwok
Mencari pantai-pantai yang nggak mainstream di Jogja adalah hobi kami berdua kalo lagi traveling bareng, tentunya di Jogja. Nggak tau kenapa ya, rasanya kalo ngerasain dateng ke pantai yang masih perawan, belum tersentuh modal-modal, masih terpampang dengan segala pesona kealamiannya itu menyenangkan dan luar biasa. Ada semacam kepuasan pribadi gitu daripada dateng ke pantai yang udah banyak warung di sana-sini, toilet berjajar, tempat parkir banyak dan intinya udah serba gampang gitu.

Pantai satu ini sebenernya udah lama gue caritau infonya tapi baru awal September lalu bisa tereksekusi. Namanya unik, Jungwok, tak seperti kebanyakan nama pantai di selatan Jogja lainnya yang kebanyakan kejawa-jawaan gitu namanya. Nama Jungwok ini kesannya kayak kata serapan dari istilah asing gitu nggak sih? Korea-korea gitu kali ya? Sayangnya gue kurang referensi buat nulis travelpost ini, jadi agak ngasal aja dan jangan percaya sama gue seratus persen ya. Mungkin aja menyesatkan, hahaha menyesatkan ke jalan yang benar. Kalo pengen tau sejarah asal muasal nama Pantai Jungwok ini, coba search aja ya di google, kali aja ada.

Tuesday, September 24, 2013

Gembira Loka “Not Secret” Zoo: Kebun Binatang Punya Jogja

Welcome to GL Zoo!
Saat pergi ke suatu tempat atau kota, paling nggak kepikiran di benak gue adalah ngunjungin kebun binatangnya. Nggak tau kenapa ya, nggak minat gitu sama yang namanya kebun binatang. Dari namanya aja kok rada nggak masuk akal gitu, pikir gue. Kebun binatang, itu tuh absurd nggak sih? Kebun ya kebun gitu aja sih, isinya ya tumbuhan, taneman, bunga-bunga, pohon-pohon, sayur-sayuran, buah-buahan dekaka. Lah ini, kebun binatang. Jadi, kebunnya binatang apa kebun yang isinya binatang? Ah sabodo deh. Sering gue mikir gitu, makanya nggak tertarik sama kebun binatang. Tempatnya pasti absurd, gitu.

Percaya atau nggak, ternyata selama ini mindset gue salah lagi. Kebun binatang atau istilah kerennya “zoo” gitu jauh dari ekspektasi gue selama ini. Apalagi setelah si pacar ngajakin berkunjung ke Gembira Loka, kebun binatang di Jogja. Ternyata tempatnya nggak seabsurd di pikiran gue. Di sana juga banyak pohon, hijau-hijau-hijau dan hijau. Tempatnya juga nggak kaku atau terlalu njelimet. Dari pantauan mata gue sih, Gembira Loka ini tampilannya sederhana, green dan usefull. Yang jelas, nggak ada binatang yang gue lihat merasa terkungkung gitu.

Saturday, March 2, 2013

AGENTVENTURE: Dokumentasi Trip Dua Agen Neptunus



Dari judulnya, agak aneh ya postingan ini? Oke, kata “agentventure” kayaknya dan emang beneran nggak ada di kamus manapun di muka bumi. Tapi bentar, di kamus gue dan partner gue pasti ada dong, hahaha. Oke, gue jelasin…

Bermula dari kesamaan suka dolan gue sama partner, Ciwul, kita pastikan tiap ketemu pasti bakal ada acara dolan atau bahasanya ciwul “blusukan” kemanapun itu. Gue orang yang mountain obsessed sedangkan Ciwul itu beach obsessed tingkat dewa-dewi. Tapi kalo lagi bareng, kita itu udah kayak omnivore obsessed banget. Bentar, maksudnya itu kita jadi terobsesi sama apapun, kemanapun dan kapanpun yang penting dolan dan bareng. Oke, ini bukan modus.

Monday, February 18, 2013

Saat Jogja Bener-Bener Njogjani


Beautiful Jogja trip destination.
Enam hari di Jogja menyadarkan gue banyak hal. Enam hari di Jogja membuat gue lebih merasa punya hati. Enam hari di Jogja menjadikan otak gue bisa bekerja lebih dari biasanya. Enam hari di Jogja belum pernah gue lakuin sebelumnya. Enam hari di Jogja tidak hanya sekedar perjalanan fisik, nurani lebih banyak bicara. Enam hari di Jogja, kota ini sungguh luar biasa. Enam hari di Jogja, enam tahun pun rasanya masih kurang cukup untuk menguak rahasia di balik pesona dan misteri kota kecil ini.

Jogja kini dan dulu jaman esempe sepertinya masih tak jauh berubah. Malioboro masih di sana, Tamansari masih di situ, Prambanan juga tetep berdiri tegak, Gudeg juga masih manis, bakpia juga masih tetep “pathok”, dan katanya Sarkem juga masih ada meskipun gue juga sama sekali nggak pernah kesana. Pesona kekunoan Jogja masih banyak terasa di banyak arsitektur art deco di sepanjang kota tua ini. Khasanah kota budaya yang semenjak masa Kerajaan Mataram ini sudah mewarisi banyak tradisi masih tetap terawat baik.

Thursday, July 19, 2012

First Impression PKL di Perpustakaan Freedom

Perpustakaan Freedom, sumber: jfkoernia.wordpress.com
Liburan gue semester ini lumayan berwarna loh temen-temen. Walopun gak ada proyekan perpus dan sejenisnya tapi ada hal lain yang bikin liburan ini terasa lain dari biasanya. Kali ini gue harus menjalani PKL (praktik kerja lapangan) yang itungannya termasuk telat daripada temen satu jurusan seangkatan gue. Yang lain pada udah PKL di liburan semester empat, sedangkan gue baru bisa di semester enam. Udah deh gausah curhat kenapa gue ngambil PKL di semester enam ini ya, yang penting bisa aja. Hehe

Gue dapet tempat PKL di Perpustakaan Freedom, Freedom Intitute, Menteng, Jakarta Pusat, tau kan? Beberapa dari kalian pasti ada yang tau deh kalo udah pernah kesana atau paling gak pernah gak sengaja nemu di site-site internet. Ya, di situ gue PKL selama lima minggu terhitung mulai 9 Juli sampai 10 Agustus 2012. Sekarang udah berjalan sekitar satu setengah minggu dan emang sih belum banyak yang gue dapet dan gue pelajari di sana secara teori. Tapi banyak juga pengalaman lapangan yang gue temukan selama beberapa hari belakangan di sana.

Hari pertama gue masuk (10/07), Mas Wahyu (Kepala Perpustakaan Freedom) langsung menjadi tutor gue dan beliau menunjukkan karakteristik unik sebagai seorang kepala perpustkaan. Beliau ini menurut gue adalah sosok yang professional dalam kerjaan tapi bisa santai sesuai dengan tempatnya. Intinya beliau ini sosok yang pandai menghadapi dan menempatkan diri dalam berbagai situasi. Ada kan orang yang suka gak nyante waktu kita lagi nyante, gak bisa serius pas lagi serius. Nah, kalo Mas Wahyu ini sebaliknya.

Lalu ada Kak Shella, dia ini ternyata senior gue di kampus. Dia angkatan 2005 dan pantes aja gue gak ketemu pas waktu dulu ospek soalnya gue masuk si doi wisuda. Kalo Kak Shella ini, yang pasti cantik iya, baik iya, dan rekan-rekan yang lain sih bilangnya dia gendut tapi menurut gue sih gak gitu-gitu amat kok. Haha. Sebenernya banyak yang mau gue tanyain ke dia tentang manajemen Perpustakaan Freedom, tapi kayaknya dia ini sosok yang ketika gue tanya, gue harus punya cara yang tepat dalam bertanya sehingga jawabannya pun bisa komprehensif. Nah, gue lagi berusaha nyari metode yang tepat. Kebetulan doi di bagian promosi perpustakaan, dan gue masih beberapa waktu lagi masuk di bagian itu untuk mengeksplor lebih jauh .

Di bagian dokumentasi dan audio visual ada Mas Rian dan Mas Aco. Kalo Mas Rian ini sosok yang open banget sih kalo menurut gue. Dia banyak cerita tentang perjalanan hidupnya dari jaman kecil, sekolah sampai dia bisa direkrut oleh direksi Freedom Institute untuk jadi staf dan masuk di Perpustakaan Freedom. Dia termasuk yang bisa menyirami rohani gue dengan kisah hidupnya. Gue cukup nyaman kalo ngobrol dengan dia. Sosok ayah yang baik dan bisa mengayomi anaknya.

Kalo Mas Aco, gue sih belum bisa begitu tau karakternya. Yang jelas dia itu spesialis terjun di lapangan dalam hal kerjaan. Dia banyak pengalaman kerja outdoor dan seorang gadget maniac. Kalo ada barang baru, tanya dia deh pasti bakal update. Secara dia kan di bagian dokumentasi jadi ya banyak berhubungan dengan gadget-gadget gitu.

Yang gak kalah pentingnya di Perpustakaan Freedom ini adalah bagian kearsipan yang dipegang oleh seorang kakak cantik, Kak Ayu. Dia tiga tiga-empat tahunan lebih tua dari gue, tapi karena badannya yang kecil jadi tetep keliatan lucu-lucu gimanaaa gitu deh. Hehe. Gue juga belum banyak ngobrol sama doi, justru gue rasa dia yang mencoba membuka obrolan sama gue tapi bingung juga apa yang mau diobrolin. Oke, menurut gue sebenernya Kak Ayu ini sosok yang mudah diajak ngobrol asal gue punya topik aja. Tentunya nanti pas gue di bagian kearsipan ini bakal banyak ngobrol sama doi. Semoga bisa dapet banyak pengalaman tentang kearsipan dan preservasi bahan pustaka dari Kak Ayu.

Terakhir ada spesialis fotokopi dan dedengkot Perpustakaan Freedom, Mas Ujang. Beliau ini sudah bekerja di Perpustakaan Freedom sejak institusi ini berdiri pada tahun 2002. Pengalamannya di bidang perpustakaan, khususnya bidang pengolahan cukup mumpuni . Beliau lumayan hapal loh koleksi-koleksi yang dimiliki Perpustakaan Freedom. Menurut gue, beliau ini sosok pustakawan yang banyak ditempa oleh pengalaman di lapangan bukan Cuma dicekoki teori-teori di kelas. Gue masih harus banyak belajar dari beliau.

Tiga minggu ke depan, gue harus bisa banyak belajar dan lebih banyak menimba pengalaman dari tutor-tutor gue di atas. Gue gak mau stigma negatif dari temen-temen gue yang bilang kalo PKL itu cuma bakal jadi kuli dan gak bisa banyak belajar dari sana terjadi juga sama gue. Gue harus mematahkan stigma itu dan membuktikan bahwa PKL di dalam negeri pun bisa dapet ilmu gak kalah banyak daripada di luar negeri. Kita juga banyak stok pustakawan dan perpustakaan berkualitas kok, tinggal pinter-pinternya kita aja buat menemukan tempat dan orang yang tepat untuk belajar.

Saturday, June 30, 2012

Alternatif Pengisi Liburan Panjang Mahasiswa

Libur telah tiba...
Libur telah tiba...
Hore...horeee! 
Horeeeeee.....!!
Libur telah tibaaaa....
Akhirnya pada liburan juga ya. Apa kabar kalian semua? Semoga baik-baik di alam sana (loh?). Liburan semester genap emang udah tiba, apalagi buat gue malah udah dari kemaren-kemaren. Secara kampus gue emang paling awal masuk masa liburannya. Dan itu berarti masuknya juga paling awal dong..........(aaaah preeeeet deh kalo inget masuk kuliah lagi)

Terlepas dari hiruk pikuk itu semua, mari kita berbagi tips untuk menghabiskan liburan yang hampir 3 bulan ke depan ini. Gak mungkin kan lo ngabisin waktu 3 bulan libur cuma buat ngendon di rumah? Hibernasi sepanjang waktu? Yang ada jadi kepompong terus keluar kupu-kupu. Iya kalo keluarnya kupu-kupu, kalo kumbang kotoran gimana? Item, jorok, agak bulet, menonjol gimanaa gitu. STOP! Hahaha.

Gue mau share aja tentang apa yang gue lakuin, mau lakuin dan udah gue lakuin selama liburan panjang ini. Yah, itung-itung bisa buat referensi buat blogwalker, pembaca, penulis, pengarang, penyair, politikus, pecinta alam, psikolog, dekaka yang sengaja atau gak sengaja mampir ke blog gue ini.

Ngiter-ngiter naik kendaraan umum. Mungkin ini terdengar aneh buat kalian ya. Pasti belum pernah nyobain kan? Makanya coba dulu baru komentar. Naik kendaraan umum keliling kota, bisa naik bus (kalo di Jakarta naik Trans Jakarta), kereta (ada Commuter Line). Mau jalan-jalan keliling kota ya ini alternatifnya. Bisa aja secara gak sengaja nemu tempat-tempat unik yang belum pernah keliatan sebelumnya di kota lo, ya kan? Sekalian wisata sosial juga loh. Mode transportasi umum kan memang alternatif sebagian besar warga kota. 


Ngeceng ke perpustakaan. Ada berapa banyak perpustakaan yang sudah pernah lo kunjungin sepanjang hidup lo? Berapa perpustakaan yang udah lo sambangin di kota lo sendiri? Kalo jawabannya masih di bawah 20, itu menunjukkan emang lo bukan orang yang demen perpustakaan (abaikan parameter ini, cuma buat gue). Bener, buat gue wisata perpustakaan jadi minat baru yang menyenangkan sekaligus menambah wawasan. Berkunjung ke perpustakaan, apalagi yang tempatnya nyaman dan cozy abis pasti akan bikin kita merasa betah dan ketagihan untuk ke sana lagi. So, bisa dicoba deh, buat lo-lo pada yang pengen hunting perpustakaan dan menambah daftar bacaan lo, cobain ini. Mulai dari kota lo sendiri, baru merambah ke tempat-tempat lain.


Nge-net. Bahasa gaul dari main internet. Siapa sih anak gaul sekarang yang gak doyan sama ini. Apalagi buat abege-abege labil yang keranjingan media sosial semisal fesbuk atau twiter. Kalo mereka udah onlen dijamin deh bakal betah berjam-berjam bahkan seharian di depan laptop, pc, tablet, atau handphone-nya. Tapi inget ya temen-temen, jangan terlalu berlebihan main internet. Tetep inget kesehatan, jangan lupa makan, istirahat dan bersosialisasi dengan kerabat sekitar juga penting. 


Baca, nulis. Dua hal ini emang salah satu hobi gue. Kalo udah ada bahan bacaan aja, bisa seharian buku itu gue lahap sampai lupa makan demi nyelesein bahan bacaan tersebut (jangan dicontoh). Membaca emang satu hal yang bikin otak kita fresh sekaligus bekerja keras. Menulis, juga emang sidejob gue. Apapun, kapanpun, dimanapun, kalo lagi pengen nulis, ya nulis. Dan jangan sembarang nulis. Kalo bisa sih nulis yang menghasilkan, bisa nulis cerpen, novel, artikel terus dikirim deh ke majalah, surat kabar atau penerbit. Siapa tahu beruntung terus diorbitin kan? Bisa juga kalo pas ada lomba-lomba penulisan (cerpen, novel, karya tulis, flash fiction, fiksi mini, dsb) kita ikut aja. Gak ada salahnya. Justru akan melatih kemampuan kita. Inget loh, menulis dan membaca itu dapat melatih daya analisis dan imajinasi seseorang.

Musik. Musik itu luas, seluas musik itu sendiri. Kalo gue tertarik dengan irama jazzy, ethnic dan blues. Dan gue selalu terkendala alat kalo pengen main musik. Jadi, ya seringnya cuma main gitar, iseng nyiptain lagi, ngaransemen lagu juga, direkam sendiri, dengerin sendiri, sukur-sukur kalo ada yang minta voice note, ya gue kasih deh. terus pasti deh, dapet pujian. Dibilang, mbar lo berbakat juga main gitarnya. Lagu lo bagus coba rekam yang lebih bener lagi. Cukup interesting sih buat gue.


Magang atau part-time. Ini nih yang sering dilakuin sama temen-temen gue kalo pas libur kuliah. Selain menambah pengalaman dunia kerja juga dapet income yang lumayan laah buat kocek mahasiswa. Dan yang terpenting sih, ngerasain bisa dapet duit sendiri dari kerja sendiri terus dinikmati sendiri tuh LUAR BIASA. Coba aja deh, buat lo yang pengen ngerasain. Magang lah sesuai dengan minat dan bidang lo, atau lintas bidang juga tak masalah selama lo bisa meng-handle-nya. It will gonna be ok if you belive you can do anything with your passion and keep hardworking!


Do the project. Definisi proyek itu macem-macem ya dan luas. Kalo buat mahasiswa macem gue sih proyek itu bisa berarti ngurusin kepanitiaan di kampus, ngerjain jobdes sebagai bagian dalam organisasi intra/ekstra kampus, ngerjain proyek sesuai bidang lo bareng tim, ikutan lomba (semisal PKM, Program Kreativitas Mahasiswa) bareng tim, dsb. Itu bisa juga untuk mengisi liburan kita loh, apalagi bisa menghasilkan juga. Itung-itung buat nambahin uang saku dan lagi bisa jadi proyek jangka panjang. Luar biasa bukan kalo emang lo mau memulai perubahan besar dalam hidup lo mulai dari: sekarang!


Backpacker-an. Bisa domestik bisa juga luar negeri. Tergantung persiapan yang kita lakukan. Tapi alangkah indah dan baiknya sebelum berkunjung ke luar negeri, kita nikmati dulu panorama alam negeri kita tercinta ini, Indonesia. Kita punya banyak tempat-tempat alternatif buat para backpacker yang menarik, semisal Karimunjawa, Wakatobi, Lombok, Maluku, Bunaken, Belitong, Kep. Seribu, pokoknya dari ujung Sabang sampai Merauke, Indonesia punya banyak hidden-tourism yang layak dan patut untuk dikunjungi.


Ayo bikin liburan ini lebih bermakna dan bermanfaat, setidaknya buat diri lo sendiri! 

Monday, June 18, 2012

M[alay]sia, Negeri Absurd yang Patut Dikasihani



Trending topic twitter sejak semalam (17/6)
News hari ini (18/6) seputar politik-budaya sedikit memanas. Bukan soal korupsi seperti makanan sehari-hari masyarakat Indonesia lewat media massa tapi justru hal yang mengusik jati diri bangsa ini. Ya, untuk ke sekian kalinya Malaysia mengklaim kebudayaan asli Indonesia. Kali ini tari Tor-Tor dan alat musik Gondang Sambilan yang merupakan khasanah bangsa Indonesia dari tanah Batak, Sumatera Utara.


Media massa berkoar, makanan empuk rating berita hari ini seputar klaim Malaysia. Masyarakat pun mengutarakan pendapatnya lewat berbagai media dan jejaring sosial. Sejak semalam trending topic twitter diisi oleh sejumlah statement orang Indonesia. Dear Malaysia, Tor Tor, #TorTorPunyaIndonesia mengisi trending topic twitter bahkan sampai tadi pagi ternyata masih juga bertengger di sana.

Wajar memang ketika apa yang kita miliki diklaim (diakui milik) oleh pihak lain. Pasti kita akan berjuang dengan menggebu-gebu bahwa itu memang milik kita. Bukan demikian, saudaraku? Kita, orang Indonesia memang cenderung suka heboh, sensitif dan kagetan. Ketika ada hal yang mengusik pribadi atau jatidiri, pasti akan langsung menjadi hal ‘panas’. 


Klaim Malaysia ini sudah yang ke-23 kalinya terhadap budaya kita. Setelah Reog, Angklung, Kain Ulos, Motif Batik Parang, lagu Jali-Jali, Tari Pendet, lagu Rasa Sayange, dan sebagainya, kini giliran budaya Batak, Tari Tor-Tor dan alat musik Gondang Sambilan. Kita patut bertanya, apa sebenarnya yang terjadi? Sebelum mengoreksi orang lain kan alangkah baiknya kita introspeksi ke dalam diri kita sendiri. 


Jika kita bercermin pada kasus-kasus klaim negeri tetangga ini sebelumnya, sepertinya memang ada yang salah dengan kita, orang Indonesia. Indonesia, negeri dengan berjuta pesona khasanah budaya dan surganya kesenian-kesenian yang sangat eksotis di mata dunia. Tapi dengan kekayaan budaya itu, rasa memiliki dan mencintai kita masih kurang. Apalagi di tengah arus globalisasi dan cenderung mulai kebarat-baratan, dewasa ini tidak sedikit generasi muda Indonesia yang enggan mencintai, menghargai apalagi sampai mempelajari budaya daerah. Jika sikap itu tidak muncul, bagaimana budaya daerah bisa tetap lestari di tengah gerusan jaman? 


Sebelum ada klaim Malaysia terhadap budaya kita, semisal tari Tor-Tor atau alat musik Gondang Sambilan, memang kita pernah tahu atau ingin tahu tentang produk budaya itu? Pernahkah kita sadar jika alat musik yang bernama Gondang Sambilan itu ada? Kebanyakan dari kita, khususnya generasi muda, akan menjawab “sejujurnya saya juga baru tahu sekarang”. 


Begitulah keadaannya, kita berkoar-koar ketika budaya kita diklaim negara lain tapi tak pernah peduli keberadaannya apalagi sampai pada tahap melestarikannya. Mungkin ini lebih baik daripada tidak pernah tahu sama sekali akan adanya budaya yang diklaim itu. Sedikit banyak, orang Indonesia juga harus berterimakasih pada m[alay]sia, karena adanya klaim ini masyarakat Indonesia sadar bahwa ternyata masih memiliki tarian yang bernama Tor-Tor dan alat musik yang bernama Gendang Sembilan. Cukup ironis memang tapi memang sepantasnya kita mulai peduli dengan apa yang memang menjadi milik dan hak kita, orang Indonesia.


Terkait dengan klaim ini, kita juga patut kasihan dengan Malaysia. Negeri yang miskin jatidiri dan sedang berusaha mencarinya. Mereka mengaku etnis melayu tapi tak ada unsur budaya milik mereka yang menjadi identitas. Mereka juga negeri yang too ambitious tapi terlalu naif juga dengan jargonnya, Malaysia Truly Asia, ingin menjadi negara yang merupakan miniatur asia dalam artian semua unsur asia ada di Malaysia. Bagaimana mungkin suatu negara yang tak beridentitas jelas seperti ini bisa menginjak-injak harga diri bangsa Indonesia. Kita cukup tertawa saja melihat klaim yang Malaysia lakukan pada budaya-budaya kita.


Mereka hanya bisa memproduksi dan mempelajari tapi jiwa dari kesenian dan budaya tersebut hanya kita (orang Indonesia) yang memilikinya. Hakikat sebuah budaya adalah bisa hidup ketika ada jiwa (soul) di dalamnya. Kitalah yang memberi jiwa pada setiap produk budaya yang dihasilkan, Malaysia tak akan pernah bisa.


Akantetapi ini bukan pembenaran juga bahwa kita abai terhadap apa yang kita miliki. Kita tidak boleh lengah. Momentum ini, kita khususnya generasi muda yang visioner harus bisa merekonstruksi pemikiran kita. Harus mau belajar, memahami, peduli dan tanggap pada budaya daerah kita, minimal budaya daerah masing-masing. 


Khasanah bangsa ini, harga mati, harus kita lestarikan sekuat tenaga. Ada banyak cara untuk mengembalikan eksistensi budaya daerah yang maujud menjadi khasanah kebudayaan nasional ini. Bisa dengan mulai belajar seni-seni tradisional, menggelar event-event budaya daerah, menghidupkan kembali pusat-pusat kajian budaya daerah, dan bukan tidak mungkin kita mengajukan hak paten tentang khasanah budaya kita. Pada intinya, kembali pada sikap, menjaga dan melestarikan apa yang memang menjadi hak milik kita. Sederhananya demikian.

Jika bukan kita, siapa lagi? Sekarang atau menyesal selamanya!
Tari Tor-Tor, sumber: tobaphotographer.com

Alat musik Gordang Sambilan, sumber: 4.bp.blogspot.com

Thursday, June 7, 2012

Kimi no Koto ga Suki Dakara, Banget Deh!


jika kamu merasa bahagia
semoga saat ini kan berlanjut
selalu selalu selalu ku akan terus berharap
walaupun ditiup angin
kuakan lindungi bunga itu
cinta itu suara yang
tak mengharapkan jawaban
tapi dikirimkan satu arah
dibawah mentari tertawalah
menyanyi menari sebebasnya
karena kusuka suka dirimu
kuakan selalu berada disini
walau didalam keramaian
tak apa tak kau sadari
karena kusuka suka dirimu
hanya dengan bertemu denganmu
perasaanku jadi hangat
dan menjadi penuh
disaat dirimu merasa resah
berdiam diri aku mendengarkan
kuberi payung yang kupakai tuk hindari hujan
air mata yang terlinang lirik diambil dari jkt48.org
kan ku seka dengan jari di anganku
cinta bagai riak air
meluas dengan perlahan
yang pusatnya ya dirimu
walaupun sedih jangan menyerah
kelangit!
impian!
lihatlah!
kapanpun saat memikirkanmu
bisa bertemu kebetulan itu
hanya sekali dalam hidup
kupercaya keajaiban
kapanpun saat memikirkanmu
akupun bersyukur kepada tuhan
saat kutoleh ke belakang
ujung kekekalan
karena kusuka suka dirimu
kuakan selalu berada disini
walau didalam keramaian
tak apa tak kau sadari
karena kusuka suka dirimu
hanya dengan bertemu denganmu
perasaanku jadi hangat
dan menjadi penuh
ujung kekekalan
Seeettt! Kaget sendiri gue bisa-bisanya mosting lirik lagunya JKT48. Hahaha. Secara yang pertama gue salut aja sama girl band satu ini. Mereka membawa aliran J-Pop dan personelnya itu loh, banyaaaaak (gak pake banged pake 'd'). Salutnya lagi mereka itu kan sister group-nya AKB48 di Jepang, jadi mau gak mau (dan emang mau sih) mereka jadi sering tur ke luar negeri yang ada sister grup-nya AKB48 juga, termasuk pastinya Jepang. Wuasyeem, gue aja pengen banget main ke Jepang tapi udah keduluan sama mereka (oke ini gak nyambung juga sih sebenernya).

Alasan kedua gue mosting lirik ini, Kimi no Koto ga Suki Dakara (versi Jepang), Karena Kusuka Dirimu (versi JKT48 dooong...) ya karena menurut gue sih liriknya oke punya, kece abis dan yang jelas nih...filosofis. Yah, percaya nggak percaya sih ya urusan lo itu lah ya. Tapi menurut gue sih emang demikian. Kalo mau protes, protes aja sini sama gue. Datengin gue! (kalo cewek, usia 17-20 tahun, penampilan terserah, yang penting menarik, muka enak diliat...jangan lupa mau ya jadi pacar gue? wahahaha, gila!)

Oke, apapun perdebatan lo soal ini, akam gue jawab. Alasan gue bilang lirik lagu ini cukup filosofis. Beberapa alasan yang gue kasih mungkin tidak cukup memuaskan, tapi paling gak cukup sebagai gambaran deh ya.


  1. Lagu ini dari bait pertama aja udah bikin gue merinding, bukan karena takut tapi karena liriknya yang buat gue itu suatu pelajaran banget. Disitu tertulis jika kamu merasa bahagia semoga saat ini kamu lanjut, selalu selalu selalu ku akan terus berharap. Mengajarkan gue untuk tidak cepat merasa puas atas apa yang udah gue capai tapi teruslah berharap untuk menjadi lebih baik.
  2. Liriknya pun mengajarkan gue dalam hal filosofi cinta, bahwa cinta itu satu arah dan tak mengharapkan jawaban. Ketika kita mencintai sesuatu, niatilah bahwa kita benar-benar mencintainya secara ikhlas dan tidak berlebihan. Kita tidak perlu berharap lebih dia akan membalas perasaan kita yang penting ungkapkan cinta itu dengan tindakan bahwa kita mencintainya, jangan hanya sebatas perasaan yang dipendem sampe berjamur. Itu malah gak ada gunanya. Kalo udah mraktekin ini sih, menurut gue gak bakal gak mendapat balasan, (tentunya manit ataupun pahit tergantung sikon ya...haha).
  3. Memang yang namanya orang sedang dalam kondisi jatuh cinta, bawaannya itu aneeeeh mulu perasaannya. Makan gak keruan, tidur gak bisa merem, boker gak enak, jongkok gak bisa sambil selonjoran (yaiyalaah...) dkk deh. Dan itu pun tersirat di lirik lagu ini, walopun (misalnya nih misalnya) gue hanya melihatnya dari jauh dan orang yang gue suka itu gak sadar kalo gue ada di deketnya, gue merasa itu cukup untuk saat itu. Gue akan tetep ada disana, melihatnya, melihat senyumnya, ketawanya, cara duduknya, caranya ngomong (eitttts keterusan...).
  4. Optimis dan pantang menyerah, itulah nilai berikutnya yang tersurat di lirik lagu ini. Walupun sedih jangan menyerah! Ke langit impian, lihatlah! Ketika kita merasa menyerah dalam usaha, lihatlah ke atas, mereka yang sukses yang berhasil dengan segala usaha dan jeri payah mereka. Tapi di sana mereka tampak indah, dan ke sanalah kita akan bergabung. Kebahagiaan butuh perjuangan, optimis dan pantang menyerah.
  5. Keajaiban datang hanya disaat kita benar-benar mengharapkannya. Kapanpun saat memikirkanmu, bisa bertemu kebetulan itu. Hanya sekali seumur hidup ku percaya keajaiban. Di dunia ini memang menurut gue gak ada yang namanya kebetulan. Sekecil apapun kejadian, pasti ada sebab yang mendahuluinya. Bahkan daun yang jatuh dari pohonnya pun sudah direncanakan sebelumnya. Jadi, pastikan dalam hidup, kita harus bener-bener mempersiapkan diri untuk masa depan, untuk hidup kita nantinya. Keajaiban akan datang setelah kita benar-benar tahu makna kehidupan itu bagi kita. 
  6. Rasa cinta, sekecil apapun itu selalu menimbulkan kehangatan yang sulit rasanya diungkapkan dengan hanya 26 huruf alfabet. Perasaan itu tak pernah bisa dikontrol bahkan oleh si pemiliknya sendiri, dan sampe saat ini gue gak tahu siapa sejatinya pemilik cinta itu. Cinta itu datang di saat kita mungkin mengharapkannya dan kadang justru sebaliknya, di saat yang tak pernah kita duga sebelumnya.
Dan yang terakhir, pelajaran berharga buat gue khususnya adalah bahwa baik AKB48, JKT48 dan sister grup-sister grup lainnya bisa tumbuh dan sukses karena mereka berjuang bersama. Mereka tidak segan untuk saling berbagi. Ini yang paling berkesan buat gue, bahwa hidup sesederhana apapun itu yang terbaik darinya adalah saat bisa saling berbagi.



Download:
JKT48 - Karena Kusuka Dirimu (kimi no koto ga suki dakara)
AKB48 - Kimi no Koto ga Suki Dakara

Saturday, April 14, 2012

Perpustakaan Minimalis di Rumah Sendiri

Kadang gue sering berpikir tentang rumah gue di masa depan. Rumah minimalis, sederhana, tapi mewah dan penuh kebahagiaan (macam mana pula itu kriteria udah kontradiktif gitu, haha). Yah, apapun itu, bagaimananpun rumah gue nantinya, satu yang jadi cita-cita adalah HARUS ADA PERPUSTAKAAN! atau minimal ruang baca keluarga. Itu penting buat gue dan keluarga gue nantinya, jadi kalo gak penting buat lo, masalah buat loe? Haha

Dan gue dapet inspirasi setelah baca artikel di bawah ini dari Mbak Anna. Semoga juga bisa menjadi inspirasi buat temen-temen yang mampir di blog gue. Ternyata dengan keterbatasan ruang pun, kita masih bisa berkreasi dengan imajinasi dan kreativitas kita, menciptakan ruang baca keluarga yang elegan dan fungsional. Itu pelajaran yang gue dapet dari Mbak Anna ini. Terimakasih mbak. :)

RUANG BACA-PERPUSTAKAAN PRIBADI MULTI FUNGSI, MODERN, CERIA

Perpustakaan
Coba bayangkan desain perpustakaan di rumah. Mungkin yang tampil adalah koleksi buku dalam lemari kotak warna coklat. Meja kerja formal. Kiranya bukan tempat favorit di rumah. Apalagi buat remaja. Membosankan!Tidak harus begitu kok. Ruang baca bisa tampil ceria, modern dan penuh warna. Perpustakaan pun jadi tempat belajar dan diskusi yang menarik. Asalkan didesain dengan tepat, ruang yang terbatas bisa disulap jadi ruang baca modern.
Berikut adalah contoh desain Annahape Studio. Klien kami memberi PR yang banyak untuk ruang yang terbatas. Sebuah ruang baca, sekaligus ruang browsing, perpustakaan mungil, dan diskusi. Yang dimaksud diskusi termasuk ngobrol santai, ngegosip, haha-hihi. Bagian ruang yang didesain sekitar 2,5 x 3,5 m. Bagaimana caranya?
Oleh karena banyak fungsi dalam satu ruang, Saya membagi dulu zona ruang berdasarkan fungsi atau penggunaan. Yaitu zona kerja, zona diskusi, zona buku-komputer-dan LCD, serta zona santai-santai. Jadi ada 4 zona. Membagi zona yang banyak itu dengan denah gambar 2 dimensi hasilnya tidak maksimal. Soalnya, denah 2 dimensi tidak dapat memperlihatkan bagian dinding. Padahal, Anda harus mengoptimalkan semua bagian dari ruang yang tersedia. Yaitu lantai dan dinding. Dengan mengoptimalkan keduanya, hasilnya akan lebih optimal.
Karenanya, kami perlu denah aksonometri, atau denah 3 dimensi, agar pembagian zonanya dapat maksimal. Dengan aksonometri, seluruh bagian ruang dapat diolah. Sedemikian rupa sehingga ke-4 zona tersebut dapat diakomodir. Silakan lihat contoh berikut.


Denah Aksonometri Ruang Perpustakaan Pribadi
Pada gambar di atas Anda dapat melihat bagaimana saya membagi ruang kecil itu untuk mengakomodir semua zona. Bagian atas adalah bale-bale tempat diskusi santai. Sekaligus lihat teve LCD monitor. Dinding sebelah kiri dimaksimalkan untuk zona buku-komputer LCD. Zona bawah adalah zona kerja dan zona ruang baca.
Zona kerja ini dibuat fleksibel dengan dua meja setengah lingkaran. Salah satunya berwarna orange. Kedua meja itu dapat ditarik kemudian disatukan. Bila digabungkan ditengah ruang kedua meja tersebut dapat menjadi meja bundar. Berfungsi sebagai meja baca atau diskusi.
Sekarang dari denah aksonometri itu, kita lihat gambar perspektifnya.


Gambar Perspektif Ruang Baca dan Perpustakaan
Anda sekarang dapat melihat ke empat zona tersebut dengan lebih baik. (zona 1) Bale-bale dilengkapi dengan lemari 4 pintu yang dapat dipakai untuk menyimpan. (Zona 2) Lemari buka, rak dan tempat komputer tidak dibuat garang dengan permainan kaca dan ornamen dekoratif. (Zona 3 dan 4) Dibuat flesibel mengambil sisa ruang yang ada. Kesan hangat dibangun dari permainan accent lighting di beberapa bagian. Pola-pola setengah lingkaran, rak buku mata ikan menghilangkan kesan kaku. Sebaliknya, kesan dinamis pun diperoleh. Kesan modern, ringan dan ceria diperoleh dari komposisi warna putih, hijau pastel, dan orange.
Singkat cerita, ruang yang terbatas kalau dimaksimalkan dapat menjadi ruang baca +perpustakaan yang menawan. Caranya buatlah list fungsi ruang. Bagilah ruang dalam zona-zona seturut fungsinya. Kemudian, desainlah dengan permainan bentuk, komposisi warna dan pencahayaan.
Ini gambarannya

Tuesday, March 27, 2012

Demo Kenaikan BBM, Ada Apa Sih Dibalik Fenomena Ini?

sumber: beritajakarta.com
Baca news hari ini, sebagian besar topiknya terkait dengan demo menentang kenaikan harga bbm. Emang ya, media massa dimana-mana ya gini kerjaannya, nyari dan menyajikan berita se-update mungkin, apalagi media massa online. Orang yang belom online aja, di koran hari ini misalnya, berita terkait rencana demonstrasi besar-besaran menentang kenaikan harga bbm udah santer. Luar biasa pers kita emang. Prok prok prok


Terkait dengan berita seputar demo hari ini (27/3) sungguh WOW! sekali antusiasme warga Indonesia dalam menyambut fenomena kenaikan harga bbm ini. Semua kalangan tampak berlomba untuk menyuarakan aspirasinya, gak mahasiswa, LSM, aliansi-aliansi, kelompok masyarakat, serikat-serikat pemuda, semuanya turun ke jalan.


Di depan gedung DPR, siang tadi sekitar 100-an mahasiswa mengepung halaman dan pintu masuk gedung dan sempat mengganggu arus lalu lintas di sekitar kolong jembatan Senayan sampai depan gedung DPR. Massa sempat dihadang pasukan anti huru-hara dan dari kepolisian hingga akhirnya dapat ditertibkan.


Hingga siang tadi, massa yang turun ke jalan semakin banyak dari hilir mudik berganti antar kelompok. Seperti kelompok yang menamakan dirinya sebagai Konami (Konsolidasi Nasional Mahasiswa Indonesia) yang masuk ke area istana di merdeka selatan terakhir. Sekitar 600-an mahasiswa tergabung dalam massa ini. Namun ketika di Gambir, suasana hujan dan dingin ternyata tidak menyurutkan panasnya atmosfer massa Konami ini. Sekitar 200 mahasiswa terlibat lempar botol dan batu di sekitar Gambir tersebut. Polisi dengan tameng dan bantuan water canon berusaha mengamankan aksi anarkis massa ini. Hingga pukul 17.00WIB sudah ada 12 mahasiswa yang diamankan.


Di Samarinda, lain lagi aksi yang dilakukan oleh mahasiswa dalam menentang kenaikan harga bbm ini. Dari sumber yang gue dapet, ada kelompok mahasiswa yang menyatakan aksinya dengan melakukan shalat ghaib di SPBU jalan Kesuma Bangsa. Aksi ini menurut gue cukup unik, karena shalat ghaib itu biasanya kan buat orang yang udah mati, nah ini sepertinya wujud ekspresi mahasiswa yang menganggap pemerintah pusat saat ini sudah mati nuraninya.


Tidak hanya gerakan mahasiswa, ternyata gerakan yang berdiri dari dunia maya, Fesbuker Indonesia, juga turut turun ke jalan menyatakan aspirasinya. Sekitar 500 anggota FI ini melakukan aksi di sekitar gedung DPR/MPR siang ini. Ini sebagai wujud kepedulian gerakan media yang kadang dianggap destruktif secara moral, tapi bagi mereka ada wujud kontribusi lain yang bisa mereka lakukan, salah satunya melalui aksi ini.


Kota lain di utara Jateng, Semarang, juga tidak ketinggalan. Berbagai kelompok mahasiswa, aliansi buruh, dan partai politik juga turun ke jalan. Mereka menganggap bahwa BBM naik, otomatis harga kebutuhan naik, biaya transportasi, pendidikan dan kesehatan juga ikutan naik. Dimana letak kepedulian pemerintah? Untuk itulah, berbagai kelompok ini melakukan aksi unjuk rasa di beberapa titik lokasi di Semarang.


sumber: beritajakarta.com
Gue yakin di tempat-tempat lain di seluruh Indonesia fenomena aksi unjuk rasa menentang kenaikan harga BBM ini pasti tengah berlangsung hari ini (27/3). Dengan segala keunikan, bentuk aksi, orasi, kericuhan, anarkisme dan karakter yang berbeda-beda di setiap daerah. Tapi, pada intinya maksud tujuan mereka sama; menentang kebijakan pemerintah yang akan menaikan harga BBM yang dianggap tidak pro-rakyat dan akan berimbas pada pemiskinan masyarakat. Menurut gue fenomena seperti ini wajar terjadi apalagi di negeri seperti Indonesia dengan segala kemajemukan dan pluralitas bangsanya. Menjadi hal yang super sensitif ketika pemerintah menyatakan suatu kebijakan yang begitu kontroversial, apalagi ini (BBM) yang menyangkut hajat hidup orang banyak.


Tapi apa kita pernah merenung, apa yang kita tuntut saat ini adalah aspek humanis dari pemerintah yang begitu rasional dalam menetapkan kebijakan ini (penaikan harga BBM). Indonesia memang negara produsen minyak, tetapi yang masih begitu tergantung pada investasi asing dalam mengelola dan mengeksplorasinya. Ditambah lagi, sistem ekonomi kita yang memungkinkan harga komoditas ekonomi ditentukan oleh mekanisme pasar. 


Saat ini harga minyak dunia tengah melambung, dan ini berdampak pada harga minyak Indonesia yang notabene mengimpor dari luar negeri untuk kebutuhan dalam negeri. Otomatis biaya naik, harga naik, dan subsidi sudah tidak memungkinkan lagi untuk menutupi biaya produksi/pembelian minyak kita sehingga akhirnya harus dikurangi. Adanya pengurangan subsidi BBM inilah yangf mengakibatkan harga BBM naik.


Banyak yang bilang sebenarnya BBM naik itu gak masalah, tapi asal harga-harga lain tidak ikutan naik. Emang itu yang kita harapkan, tapi kita lihat lagi ekonomi kita,harga-harga faktor ekonomi yang satu dengan yang lain selalu saling terkait. Ketika harga faktor ekonomi yang satu naik, akan berimbas pada harga faktor ekonomi yang lain. Begitu pula pada kasus BBM ini. Indonesia bukan China yang bisa bebas menaikan harga BBM tapi pemerintah bisa dengan tegas memerintahkan untuk harga kebutuhan lain tidak naik. Itu karena China menganut sistem Demokrasi Terpimpin. Indonesia ya Indonesia, 


BBM, kebutuhan pokok masyarakat, kritis.
Semua ini bukan murni salah pemerintah kita. Gue yakin pemerintah juga udah memikirkan matang tentang kebijakan ini, terlepas dari kepentingan oknum pemerintah yang lain. Pemerintah sudah memberikan opsi solusi untuk menangani dampak kenaikan harga BBM ini. Misalnya, BLSM (gue sebenernya gak setuju dengan solusi ini yang membuat masyarakat Indonesia semakin tidak mandiri), konversi minyak ke gas (ini sedang berlangsung dan berproses, sudah sepantasnya kita mendukung gerakan ini). Kebijakan yang tidak kalah pentingnya sebenernya adalah pengurangan konsumsi kendaran bermotor di Indonesia, fenomena ini kadang kalo gue pikir bertolak belakang dengan apa yang masyarakat tuntut. Masyarakat gencar menuntut menolak harga BBM naik karena menyusahkan mereka tapi disisi lain pemborosan BBM juga mereka lakukan, kendaraan bermotor terus mereka beli, selalu update ketika ada model terbaru. Walaupun gue tidak mencoba men-generalisasi-kan ini, tapi gambarannya emang seperti itu. 


Sudah seharusnya masyarakat dan pemerintah saling berkordinasi dalam mengatasi problem ini. Bahan bakar minyak bukan tidak mungkin suatu saat nanti akan (dan pasti) habis jika kita tidak memanfaatkannya dengan bijak. Selagi masih ada, jangan sia-siakan kesempatan untuk saling membahu, menghemat dan mengalokasikannya dengan benar. Pemerintah dalam menetapkan kebijakan juga tidak hanya berdasarkan akal rasional tetapi juga harus memperhatikan aspek humanis sosial masyarakatnya. Ketika dua hal itu sudah selaras, maka konsekuensi yang ada juga akan diterima dengan terbuka secara akal, nalar dan kemanusiaan.


Hidup mahasiswa! Hidup masyarakat Indonesia! CEPET MAJU DONG BANGSAKU!!!


Indonesia, 27 Maret 2012

Sunday, March 18, 2012

Minggu Pagi di Rotunda

Rotunda UI Depok (18/3)

Rotunda UI, Depok di minggu pagi selalu memberikan warna tersendiri bagi banyak warga Jakarta, Depok dan sekitarnya. Bukan saja menjadi tempat rekreasi melepas penat dari rutinitas weekdays, tetapi juga untuk menjalin relasi dan temu kangen dengan sohib-sohib, temen lama, mantan, gebetan, kecengan, dan sejenisnya. Hehe.

Area UI Depok memang menjadi salah satu tempat favorit di akhir pekan untuk berekreasi. Selain Rotunda, ada juga area sekitar Danau Kenanga (Balairung dan Perpustakaan UI baru), stadion UI, dan tidak ketinggalan area hutan UI bagi yang ingin memacu adrenalin untuk bersepeda menelusurinya.

Minggu ini (18/3), gue juga menyempatkan diri buat ngeceng ke Rotunda. Sebenernya sih karena ajakan temen, kebetulan hari Minggu itu ada rutinitas dari paguyuban untuk bermain kasti di lapangan Rotunda tersebut. Alhasil, gue setuju karena udah beberapa minggu gak olahraga, itung-itung ngelemesin badan dan otot.

Ada yang lagi ngamen
Sampe di Rotunda, suasana yang redup-redup gimanaaa gitu, dan ternyata sudah cukup rame di jam tersebut orang-orang (keluarga, ada yang sama pasangannya, ada yang jomblo kesepian, ada juga yang niatnya cuci mata, ada juga anak alay dengan ciri khas kealayannya, dan anak gaul yang bawa DSLR gak ketinggalan) melakukan berbagai aktivitas di pagi hari untuk berolahraga. Jam di hape menunjukkan pukul 7.30 WIB dan temen-temen belum pada dateng.

Tiga puluh menit menunggu, akhirnya temen-temen pada dateng juga. Nah, kita main kasti akhirnya ditengah keramaian lapangan Rotunda. Niatnya sih mau sapu bersih dulu tuh, biar orang-orang pada kabur dan kita bisa main dengan leluasa, tapi gak enak juga lah, nanti dikira lapangan punya siapa.

Becanda dan bingung jadi satu
Setengah permainan, eh ada ribut-ribut dari satpam PLK UI yang teriak-teriak via speaker di atas mobil patroli, "Perhatian untuk yang berjualan di sekitar UI, ini kampus untuk pendidikan bukan untuk jualan. Yang merasa manusia, silakan jangan berjualan disini. Dan jangan bermain bola di lapangan upacara!". Nah, bingung kan kita yang lagi main bola kasti ini yang notabene di lapangan upacara yang dimaksud. Akhirnya kita berhenti dulu lah nenangin diri.

Dipikir-pikir, patroli satpam PLK ini aneh juga sih, emang mereka gaktau kalo emang tiap minggu area kampus ya buat kegiatan kayak ginian. Kenapa harus dilarang-larang? Kenapa pake acara teriak-teriak gitu? Atas dasar apa PAK? Ini kampus rakyat, dan sudah semestinya rakyat juga bisa menikmati apa yang menjadi haknya. Mungkin di weekdays, emang tertutup untuk kegiatan olahraga macam ini, tapi di akhir pekan memang jadi kesempatan buat rakyat memenuhi haknya. Mungkin yang perlu ditertibkan orang-orang yang jualan itu aja, dan kalo bisa pun jangan dengan kata-kata kasar, mereka jualan juga untuk kebutuhan hidup. Memang, ada satu hal yang mengganjal pikiran gue, ada mahasiswa yang jualan dan pake jaket almamater. Kenapa harus pake almamater coba? Biasa aja kali. Malu kalo pake kaos oblong biasa? Malu dikira asongan?

Siap nampol
Penjual layangan
Mahasiswa yang jualan itu kan biasanya emang karena tuntutan dari kepanitiaan atau organisasi untuk mencari Danus (dana dan usaha). Seharusnya sih gak perlu pake almamater juga, kesannya kok almamater UI jadi gak ada wibawanya ya? (emang gak ada sih). Tapi seeeeenggaknya, hargailah almamater sendiri.

Balik ke acara kasti, ya akhirnya kita lanjut lagi. Tim gue menang dengan poin 21-17. Cukup menarik cerita di Rotunda minggu ini.


Rotunda, UI Depok, 18 Maret 2012

Monday, December 19, 2011

Tweet tentang Mimpi

Meng RT (baca: retweet) tweet sendiri, semoga bisa jadi motivasi untuk siapa saja yang baca. Tweet-tweet ini dari akun gue sendiri, @amberrtrixx, siapa saja yang baca ini langsung follow ya, hehe (ngarep). Inti dari tweet-tweet di bawah ini adalah agar kita tidak menyepelekan mimpi, mengembangkan kreativitas lewat mimpi, jangan takut untuk bermimpi setinggi apapun itu, berusaha dengan semaksimal mungkin untuk mewujudkannya dalam dunia nyata kita...

Antara proses dan hasil, setiap orang punya relativitas pilihan, mana yg lebih diutamakan ssuai dg kepentingannya.

Orang-orang sukses adalah para pemimpi besar. Mereka yg mnjadikan mimpi sbg motivasi dan berusaha mwujudkannya di dunia nyata.

Mimpi adl refleksi alam bawah sadar kita yg seringnya bisa menembus lintas dimensi dan waktu.

Kita bisa melakukan sesuatu yg mungkin tidak pernah kita pikir bisa utk melakukannya di dunia nyata, tapi bisa terealisasi dalam mimpi.

Jika kita bisa mengoptimalkan kinerja alam bawah sadar kita, percaya atau tidak itu akan menjadi salah satu kelebihan tersendiri.

Kita bisa mengeksplorasi alam bawah sadar kita melalui mimpi. Mencoba menembus batas2 kewajaran dunia nyata.

Hidup manusia dikendalikan 30% alam sadar dan 70% alam bawah sadar yg belum bisa kita eksplorasi secara maksimal.

Refleksi alam bawah sadar yg sering kita sadari ya itu, mimpi. Pernah kan mengalami apa yg disebut dejavu? Kita mengalami kejadian di dunia nyata dan merasa kalo kita pernah mengalaminya di waktu lain, tp dimensi berbeda (dg kejadian sama persis). Itu hal yg wajar, tidak perlu dengan penjelasan mistis atau takhayul. Penjelasaanya yaitu td ttg refleksi alam bawah sadar. Gue yakin stiap org pernah ngalamin dejavu. Biasanya brhubungan dg peristiwa yg telah dialaminya ataupun sesuatu yg dipikirkan scara intens.Itulah kaitannya dg masa depan kita.

Jika kita memikirkan masa depan kita itu baik, secara intens, bukan tdk mungkin kita bisa melihatnya dalam dimensi lain, baik secara sadar ataupun tidak.

Yg jadi masalah, kita seringnya juga selalu memikirkan masa lalu kita shg gambaran masa depan kadang terlihat 'kabur' atau samar.

Ada istilah mngatakan, 'masa lalu kita adalah gambaran masa depan jita', menurut gue sih itu gak sepenuhnya benar/salah.

Mgkin tepatnya,"Masa lalu adl pngalaman hidup sdangkan masa depan adl apa yg kita pikirkan saat ini utk kita yg akan datang".

Orang2 besar semacam Einstein, Plato, Archimides, mereka sebenernya adl orang2 melow dan 'pemimpi ulung'. Tapi mereka kritis thd mimpi2nya, punya usaha yg luar biasa utk mwujudkannya, punya passion yg amat sangat utk masa depannya. Hingga ketika ia melamun dibwah pohon apel kejatuhan buah apel kemudian ia berpikir..kenapa buah itu menjatuhinya? Dia berpikir kenapa buah tsb jatuh kebawah? Apakah kalo dibawa ke luar angkasa buah tsb jika dijatuhka jg mngalami Hal yg sama? Karena memikirkan hal2 tersebutlah akhirnya dia menemukan hukum gravitasi yg (paling tidak) sampe skrang masih bermanfaat utk kita.

Intinya jangan berhenti memikirkan masa depan, sesederhana apapun itu, dan jangan berhenti utk berusaha mewujudkannya.

Terakhir, jangan takut utk bermimpi, jangan sepelekan mimpi, bermimpilah utk masa depan kita yg terbaik. :)

Sekarang, mari kita praktikkan. Mulai bermimpi. (baca: tidur) let's dream for our best future. :D
Semoga bermanfaat, untuk saya sendiri khususnya, dan untuk pembaca semua...

Thursday, November 3, 2011

Owl City, Sebuah Konser Indah


Jakarta - Untuk pertama kalinya musisi Adam Young yang lebih dikenal dengan nama Owl City menggelar konser di Tanah Air. Konser yang digelar promotor JAVA Musikindo itu pun disajikan dengan indah seperti judul album teranyar Owl City.

Jakarta diguyur hujan sejak siang hari pada Jumat (28/10/2011). Hingga menjelang waktu konser yang dijadwalkan pukul 20.00 WIB pun hujan turun dengan derasnya. Begitu pula di arena konser, Tennis Indoor, Senayan, Jakarta Selatan.

Lewat Twitter, bos promotor Adrie Subono pun menenangkan para calon penonton yang masih dijalan untuk tidak perlu terburu-buru. Owl City dengan sengaja menunda beberapa saat konsernya karena tidak mau melihat fansnya kehujanan dan sakit.

Pukul 20.19 WIB Breanne Duren yang juga anggota tur Owl City memanaskan konser. Breanne berdiri di tengah panggung dengan keyboard di hadapannya. Perempuan berambut panjang itu ternyata juga seorang solois. Suaranya juga sering eksis di lagu-lagu milik Adam. Breanne membawakan lima buah lagu dan mendapat sambutan positif dari sekitar 4.500 penonton konser.

Tepat pukul 21.00 WIB panggung pun terang benderang. Suara kicauan burung diputar. Backdrop sampul album teranyar Adam 'All Things Bright and Beautiful' pun terlihat jelas. Empat buah tiang tinggi dengan lampu moving head di bagian atas berdiri di belakang panggung.

Dua panggung kecil berada di dua sisi untuk masing-masing drum dan programming. Breanne kembali muncul sebagai kibordis dan penyanyi pengiring. Tak ketinggalan Adam juga mengajak serta Laura Musten (biola) dan Hannah Schroeder (cello) untuk menyempurnakan penampilannya.

Adam muncul dengan gimmick bermain drum. Begitu musik pembuka selesai dimainkan, Adam yang tampil sederhana dengan kaos v-neck putih, vest hitam dan celana jeans hitam robek di bagian lutut kiri langsung mengeluarkan ponselnya. Ia menyapa penonton yang tidak berhenti bersorak melihat idolanya akan memulai pertunjukan. Lagu 'The Real World' dari album teranyar Adam pun langsung dimainkan.

"Saya menunggu dua setengah tahun untuk bisa ke sini. Saya tidak pernah menyangka bisa pergi jauh dari rumah dan bisa singgah ke tempat-tempat spesial seperti Jakarta," tuturnya seraya melempar senyum.

Pria berusia 25 tahun itu membuat pembuka yang membuat penonton tercengang. Lagu-lagu miliknya yang cukup sudah dikenal publik disimpan di bagian awal. Berturut-turut 'Cave In', 'Hello Seattle' dan 'Angels' dilantunkan. Dan mengejutkan pula ketika Owl City membawakan lagu technopop mereka 'Deer in The Headlight', dengan perpaduan tiga drummer dan dua keyboardist

"Kalian semua adalah malaikat," teriaknya.

Suara kicauan burung lagi-lagi terdengar di lagu 'Bird and the Worm'. Adam mengambil gitar akustik dan lagu tersebut dipersembahkan dengan apik. Di 'Lonely Lullaby' ia memilih untuk tampil sendiri tanpa band. Suara desir angin dan jangkrik terdengar sebagai backsound ketika Adam mengakhiri lagunya.

"Ya, saya banyak membawa teman-teman saya dari Minnesota. Burung dan jangkrik, ini luar biasa," candanya.

Ia pun mengajak penonton menyanyi bersama di lagu 'Fireflies'. Ia memberikan sedikit sentuhan rock di awal lagu lalu masuk menuju intro. Penonton histeris dan berjingkrak bersama. Adam memberi kesempatan reff pertama untuk dinyanyikan oleh penonton tanpa musik.

"I'm crazy about you," teriaknya.

Selang beberapa lagu, Adam membawakan 'Galaxies' dan 'Alligator Sky' versi duetnya dengan Shawn Chrystopher. Sang teman duet tidak hadir dalam pertunjukan namun Adam tetap terlihat menikmati menyanyikan lagunya.

Konser nyaris ditutup dengan 'The Yatch Club' yang dihiasi suara hujan badai. Ternyata hanya encore. Panggung pun gelap gempita. Lampu berkedip sesekali seakan-akan menunjukkan efek kilat.

Tak lama Adam dan teman-temannya kembali ke panggung, dua lagu penutup pun dibawakan dengan cemerlang. Konser pun berakhir pukul 22.30 WIB.

Meski para penonton menyambut dengan suka cita semua lagu yang dibawakan Owl City malam itu, sing along penonton tak terlalu lantang terdengar. Owl City membawakan 21 lagu malam itu, lengkap dengan trik standar pura-pura pamit padahal panggung masih dalam keadaan siap siaga. Tapi Adam Young, musisi yang popular karena MySpace itu pun berhasil menawan hati ribuan orang yang ada malam itu di Tennis Indoor Senayan.

Secara keseluruhan Owl City menyuguhkan konser yang nyaris tanpa kata bosan. Meski sesekali sound terdengar terlalu bising karena banyaknya bunyi-bunyian yang coba diramu oleh Adam.

Tata cahaya pun sangat minimalis. Warna-warna indah tercipta dengan bantuan lampu sorot.

(Ambar-SMUI)