Showing posts with label Kreativitas. Show all posts
Showing posts with label Kreativitas. Show all posts

Tuesday, February 21, 2012

Persiapan Skripsi, So What?

Masih setengah-setengah rasanya gue kuliah semester ini. Berangkat masih telat mulu (kalo yang ini mungkin dari sononya), kalo pagi rasanya pengen aja tidur terus, di kampus pun masih males-malesan. Minggu lalu aja gue baru masuk 1 kelas doang dari total 7 kelas yang gue ambil semester ini. So, pertemuan pertama yang jadi first impression dengan dosen-dosen dan mata kuliah gue semester ini gak dapet sama sekali, dalam artian gagal caper nih. Haha.

Sampai akhirnya tadi, hari kedua di minggu ini yang bisa dibilang hari Selasa tanggal 21-2-12 (maksudnya 20 Februari 2012) pukul 13.13 tepat saat dosen Metodologi Penelitian Dasar Ilmu Informasi masuk dan akhirnya memberikan semacam warning buat penghuni kelas itu yang notabene angkatan 2009 semua (plus 3 makhluk dari angkatan 2008 yang ikutan masuk tan[a gue tahu alasannya apa). Sebut saja namanya Bu Ike, dosen metolit gue dari semester lalu ini. Beliau tipe dosen yang cukup disiplin tapi bukan itu inti yang mau gue bicarakan.

Jadi, hari ini beliau memberikan materi (kalau bisa dibilang begitu) tentang isu, topik, dan masalah penelitian yang nantinya akan menjadi dasar penyusunan skripsi. Dan! hari ini juga seluruh penghuni kelas harus bikin 'tiga macam' itu. Secara, gue agak bingung tadinya harus milih isu, topik dan masalah apa, begitu juga temen gue yang lain deh kayaknya. Sampai akhirnya gue kepikiran tentang 'kerjaan' gue semester lalu di mata kuliah yang sama tapi beda grade ini. Gue menyampaikan isu gue yaitu tentang sistem temu kembali informasi dan setelah penjelasan beliau berikutnya ternyata gue dapet koreksi bahwa isu yang gue angkat itu terbalik dengan topik yang seharusnya yaitu manajemen perpustakaan. Yah, akhirnya dapetkan itu isu dan topik. Penghuni kelas yang lain akhirnya paham juga tentang 'dua hal' ini dan berhasil menentukan isu dan topik mereka masing-masing.

Masalah muncul lagi dan bertepatan dengan penentuan masalah penelitian pula. Kompleks abis ya, gak nyangka gue kalo skripsi itu bakal serumit ini, (kalo dibikin rumit). Dari penghuni kelas pertama yang ditanya oleh Bu Ike, Azmi, ternyata dia belum begitu paham tentang masalah penelitian sampai harus dapet pemahaman yang berulang-ulang dari bu ike. Berjalan dan bergulir, giliran pun sampai pada temen ketiga di sebelah kiri bangku gue, sebut saja namanya Tejo. Dia mengungkapkan tentang masalah penelitian yang akan diangkat. Agak terbata tapi ternyata mendapat 'sambutan hangat' dari Bu Ike, walopun ya masih dapet koreksi dikit tentang penjabaran masalahnya. Angin segar nih, gue juga harus bisa memutar otak. Sebenernya gue udah cukup lama memikirkan topik dan masalah yang mau gue angkat di skripsi nantinya tapi selalu masalah penyampaian dan pengutaraan yang susah.

Di akhir, tidak begitu mengecewakan akhirnya gue bisa menentukan masalah penelitian dengan 'biasa aja' sih kalo kata gue, yaitu pengolahan koleksi video program berita di stasiun tv x mulai dari proses pengndeksan, pengatalogan sampai pada tahap penelusuran dalam rangka ketepatan dan kecepatan akses temu kembalinya. Ya, itu, dengan niat baik, bismillah semoga gue konsisten dengan isu, topik dan masalah penelitian tersebut. So, semoga skripsi gue besok bisa lancar, minimal mata kuliah ini bisa berjalan dengan semestinya dengan hasil yang maksimal.

Skripsi? So what, guys? Kita pasti bisa.
Buat JIP 2009, semangat ya. Kita semua satu angkatan harus lulus tepat waktu. Amin.

Depok, 21 Februari 2012

Wednesday, January 4, 2012

Gue dan Deadline

Introduction to Korean history exam has been executed!
Syukurlah, kelar juga tugas take home korea, setelah semaleman begadang demi tugas ini. Emang kebiasaan sih, tipe-tipe deadliner macam gue ini kalo ngerjain tugas apapun itu, walaupun udah lama dikasih tugas dan ngerjainnya pun sebenernya udah mulai dari kemarin-kemarin, tapi tetep saja malam sebelum hari H adalah malam paling indah buat nyelesein semua tugas itu.


Hmm, ya gak tau juga ya. Cuman rasanya kalau ngerjain dengan cara deadline itu rasanya lebih menantang dan inspirasi semuanya bakal keluar disitu. Kreativitas kita muncul dengan jor-joran banget pas malem menjelang pengumpulan tugas itu. Ide-ide segar dan mantep begitu lancar mengalir bak banjir lahar dingin hasil erupsi gunung merapi (oke ini lebay..trims). 


Selain itu, pengaruh temen juga sangat dominan disini. Istilahnya efek pergaulan juga sih, jadi kita jadi suka menunda-nunda lkerjaan atau tugas karena waktunya masih lama. Contohnya nih temen gue bilang gini, "Santai lah sob, baru tanggal 3 ini, kan ngumpulinnya tanggal 10, masih lama lah. Tiga bab proposal semalem juga kelar ngerjainnya." (kasusnya, kita dikasih tugas bikin proposal skripsi atau proposal penelitian sampai bab 3 dan harus dikumpulin maksimal sampai tanggal 10 januari ini). Nah, mantep kan? Itu sering deh terjadi dan gue yakin gak cuma sama gue tapi kalian juga pernah ngerasainya atau malah emang kalian seperti itu? Atau lebih parah? (udah deadliner, kerjaan tinggal copaste doang lagi) 


Sebenernya jadi orang dengan tipe deadliner seperti ini gak salah dong. Itu kan pilihan hidup (ciee, semacam pembelaan diri). Tapi ya emang demikian, selain memacu adrenalin secara kita dituntut menyelesaikan tugas dengan batasan waktu minimal, kita juga nantinya dituntut untuk bertanggung jawab dan menerima segala hasil dari kerja deadline kita. Ya iyalah mungkin kualitas kerjaan antara deadliner dan beginner akan berbeda dan berpengaruh juga pada nilai yang didapatkan. Tapi kalo gue sih, prinsipnya, walaupun gue berperan sebagai deadlier sejati, tapi gue selalu berusaha memberikan dan mengerjakan yang terbaik. Jadi apapun nilai yang gue dapet nantinya, gue akan tetep bersyukur. Dan satu lagi, yang jelas gue ngerjain sendiri dan gak copaste doang ye. ^_^

Tuesday, December 27, 2011

Menulis di Media Massa, Siapa Takut!

Sore tadi (20 Desember 2011 yang lalu sih) ngobrol dengan Mbak Anne tentang kiat menulis, eh doi curhat panjang lebar, mulai dari cerpen, novel, fanfiction, cerbung, sampe nulis berita. Mbak Anne ini seorang penulis lepas di bberapa majalah, kolumnis, cerpenis, blogger, tapi redaktur tetap di Koran swasta juga. Gue mau sedikit berbagi tentang obrolan gue dengan doi tadi, terutama yg tentang menulis di media massa, sekarang lumayan favorit. Sekaligus pengen membangkitkan passion menulis generasi muda sekarang, menulis yang bukan sekedar menulis. Menulis juga bisa menghasilkan.


Kita tau sekarang media massa menjamur, entah itu cetak atau elektronik. Lahan subur buat loe-loe yang kreatif dan pengen cari pengalaman. Salah satunya dengan..."MENULIS". Sesuai tema, khususnya menulis di media massa. Banyak orang beranggapan menulis di media massa itu sulit, tidak sedikit pula yang beranggapan sebaliknya. Tidak mudah untuk menilai mana yang benar atau mana yang salab. Bisa jadi keduanya benar. Atau malah..gampang-gampang sulit, sulit-sulit gampang. 


Maksudnya, menulis di media massa emang gak mudah tapi bukan berarti sulit melulu sehingga mustahil orang melakukannya. Kalau kita mengakui unsur kesulitannya, mau mendekatinya, merangkulnya (jiehh) dan selalu mencoba, maka lama-lama juga akan terasa gampang. Sebaliknya, kalo kita terlalu 'nggampangke', maka justru akan menjadi sulit karena tidak bakal menghasilkan apa-apa, berhenti di tempat, istilahnya stagnan. Jadi, menulis di media massa itu bisa jadi gampang, bisa juga jadi sulit, tergantung masing-masing orang menganggap dan menyikapinya. Yang pasti, memang tidak mudah mengubah yang sulit menjadi gampang dalam sekejap. Butuh proses dan waktu yang tidak sebentar. 


Faktanya, mereka yang kini berhasil menulis di media massa dengan gampang pasti pernah mengalami kegagalan, kesulitan dan masa-masa sulit. Kemudahan yang didapat bukan hadiah gratis yang jatuh dari langit kayak duren runtuh gitu, tapi hasil kerja keras yang tidak kenal berhenti. Ehm, juga berkat kmauan untuk mmbekali diri dengan perlengkapan yang memadai berupa teknik penulisan dan kejelian mencari bahan. 


Jadi, tiga hal menurut Mbak Anne yangg harus diakrabi kalo pengen berhasil menulis di media massa. Apa aja?
1. Teknik penulisan, 
2. Isi, dan yg gak kalah pentingnya 
3. Kontinyuitas. 
Ketiganya mjd bekal utama bagi para penulis, khususnya media massa. Intinya, ingin memberi gambaran kalo menulis gak cuma nulis aja, kalo disalurkan dengan tepat, bisa membawa hoki. SO jangan berhenti menulis apalagi takut menulis!! Tuangkan ide-ide segarmu, pemahaman brilianmu dan semua tentang hidup, mimpi, cita dan harapan dalam sebuah karya! Pasti dan semoga bisa bermanfaat jika kita menempatkannya dengan tepat.


"Ambisi tidak akan pernah menghasilkan apa-apa sampai ia dipadukan dg kerja keras." 

Thursday, November 3, 2011

Cara Menyusun Esai yang Baik


1. Mengenai Esai
Esai adalah sebuah komposisi prosa singkat yang mengekspresikan opini penulis tentang subyek tertentu. Sebuah esai dasar sendiri dibagi menjadi tiga bagian: pendahuluan yang berisi latar belakang informasi yang mengidentifikasi subyek bahasan dan pengantar tentang subyek; tubuh esai yang menyajikan seluruh informasi tentang subyek; dan terakhir adalah konklusi yang memberikan kesimpulan dengan menyebutkan kembali ide pokok, ringkasan dari tubuh esai, atau menambahkan beberapa observasi tentang subyek.
Menulis esai tidak sama dengan menulis karya tulis lain seperti makalah, opini, atau feature. Dalam menulis esai, penulis dituntut kreativitasnya tersendiri karena ia harus mampu mengungkapkan pemikiran mendalamnya terhadap suatu masalah tanpa bersikap kaku pada pembaca.  Sebuah esai ilmiah harus berisi argumen dan analisis yang jelas serta data-data yang akurat dan kredibel, tetapi dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh pembaca. Sehingga secara ilmiah dapat dipertanggungjawabkan, sekaligus enak dibaca.

2. Langkah Membuat Esai
Dalam menyusun sebuah esai ilmiah yang baik, penulis sebaiknya mengikuti langkah menulis esai sebagai berikut :
a. Memilih Topik
Memilih topik adalah hal pertama yang dilakukan oleh penulis. Penulis juga hendaknya menentukan apakah akan membuat esai yang merupakan tinjauan umum masalah atau tinjauan/analisis topil secara khusus. Jika ingin menganalisis topic secara khusus, topik sebaiknya dipersempit dan harus spesifik. Topik esai yang penulis sukai akan membuat esai menjadi lebih berkarakter dan kuat.
b. Membuat Outline
Outline akan membantu penulis dalam meletakkan ide-ide tentang topik dalam naskah. Esai akan menjadi lebih terorganisir, fokus, dan sistematis.
c. Menuliskan Tesis
Pernyataan tesis mencerminkan isi esai dan poin penting yang akan disampaikan oleh pengarangnya
d. Menuliskan Paragraf Pembuka, Tubuh Esai, dan Kesimpulan
Sebagai pembuka dari esai, paragraf pertama sebaiknya dimulai dengan menarik perhatian pembaca. Bisa dengan memberikan suatu informasi nyata atau data yang bisa menjadi ilustrasi untuk poin penulis selanjutnya. Penulis bisa memulai dengan anekdot untuk menggugah rasa minat baca. Pada akhir paragraf pembuka, penulis menuliskan pernyataan tesisnya.
Pada bagian tubuh esai ini, penulis menjelaskan, menggambarkan dan memberikan argumentasi secara lengkap untuk topik yang telah dipilih. Masing-masing ide penting yang penulis tuliskan pada outline akan menjadi satu paragraf dari tubuh tesis.
Kesimpulan merupakan rangkuman poin-poin yang telah penulis kemukakan dan memberikan perspektif akhir anda kepada pembaca. Tuliskan dalam tiga atau empat kalimat, tetapi jangan jangan menulis ulang sama persis seperti dalam tubuh tesis di atas.
e. Editing
Penulis hendaknya membaca ulang tulisannya dan meneliti apakah tata bahasa yang digunakan sudah tepat dan apakah kalimat satu dengan yang lain padu atau mengalir dengan lancar. Jika ada yang kurang, penulis bisa merevisi esainya. Pengeditan akan menyempurnakan bahasa esai.

Jika ingin sumber yang lain, bisa klik link ini http://lklivingston.tripod.com/essay/
Sumber: http://psaffisipui.wordpress.com/

Wednesday, September 28, 2011

Intinya Fokus kok...

Setiap orang pada dasarnya memiliki keinginan. Entah itu keinginan dalam hal kecil, sederhana, sedang bahkan keinginan besar yang beralih menjadi sebuah pengharapan. Namun bagi setiap orang itu juga tentunya ada sebuah relativitas tersendiri ketika mereka menciptakan keinginan-keinginan itu sendiri.

Ini, sebuah tulisan dari argumentasi gue sendiri tanpa tedeng aling-aling teori-teori yang absurd bagi sebagian kecil seseorang. Namun pada intinya gue cuma mengutarakan sebagian gambaran dari sebagian besar orang yang menganggap bahwa setiap orang itu cenderung untuk merasa bahwa ketika mereka berusaha untuk menggapai sebuah keinginan ataupun berjuta keinginan tapi mereka justru merasa mulai bosan dan enggan dengan keinginan mereka itu. Muncullah keinginan-keinginan lain sebagi akibat dari proses perubahan itu.

Sulit dimengerti?? Emang!! hahaha, sengaja gue menulis dengan kalimat yang rumit karena yang ditekankan disini adalah sebuah perenungan. Pemahaman akan sebuah hakikat diri kita sendiri, bukan sekedar membaca literal yang dilupakan dan tertinggal di pelupuk mata setelah selesai membacanya. Mari merenung, bukan menghayal...

Konsistensi, fokus dan tangguh...sebenernya kunci dari kehidupan ya 'itu'. Sederhana kan? Akan tetapi itu akan jadi harga yang harus dibayar mahal ketika kita berusaha mengalihkan perhatian kita menuju jalan pintas menuju sebuah pencapaian. Apa sih artinya hasil tanpa suatu proses? Apakah kita mau melakukan segala cara hanya untuk mendapatkan kepentingan dan keinginan kita yang sesaat sedangkan kita tahu hal itu buruk untuk masa depan kita?? Ohh, menyesal!

Mungkin bahasa yang gue pake disini terlalu sederhana tapi dengan susunan kalimat yang begitu sulit dimengerti kan? Yah itulah...Mari kita mulai berpikir! Mulai sekarang!! Fokuskan keinginan kita, bukan dalam artian kita hanya boleh memiliki satu keinginan, tapi lebih pada proses pencapaiannya...BE FOCUS, BE SUCCESS ^_^

JUST SAY 'HAIIIIIIII.....'

Entri baru..entri baruuu...Kodok Pilekk datang, hati-hati aja ya kalo sampe gue gak keliatan. Eh ngomong apa sih gue. hahahahaa...

Haii semua, miss me? eaaa, lama gak buka ini blog, berasa kagol nulis deh gue. Emang ya kalo udah terlalu lama hidup dengan sesuatu yang 'sesuatu banget' itu bisa bikin 'alhamdulillah yah..' hahahahahahaahahahahahahaha, (kampreettt...)

Elo, elo, elo dan ELO pernah berpikir gak sih suatu saat bakal terjadi sebuah anomali kehidupan buat diri lo sendiri? bukan apa-apa sih, dan mungkin sebagian besar dari kita belum begitu paham dan mengerti tentang apa sebenernya arah tulisan gue ini..hahahaha, yah namanya juga sang Kodok Pilekk yang tidak pernah berhenti mikir walopun dengan segala dan segenap keterbatasan.

Ehmm...jadi gini, (udah mulai gak kagol ceritanya...) intinya...GUE KANGEN NGE-BLOG!!! ITU AJA!!!
Bye, (cuma pengantar menuju bab yang lebih keren lagi..ciee..)

Thursday, March 31, 2011

Rak Buku-pun Bisa Memperindah Ruangan Anda

rak-buku
Sumber: http://www.belleinterior.com
Kebanyakan orang merasa bahwa rak buku bukan merupakan bagian dari keindahan interior ruang gerak mereka, biasanya rak buku tersembunyi didalam kamar atau ruang baca kita, well sebenarnya dengan sedikit imajinasi dan inspirasi kita bisa menjadikan rak buku menjadi bagian dari keindahan Interior di rumah kita, dan jika koleksi buku anda sudah terlalu banyak dan rak buku anda atau ruang baca anda sudah tak mampu menampungnya, well you gotto take this inspiration and aplly it to your hide outs…
Here some Bookshelf Inspiration that you can use for your hide out…
- Abacus Bookcase
rak-buku

- Cubic
rak-buku
rak-buku

- Pendulum Bookshelf
rak-buku
- FLW (Flying Bookcase)


rak-buku

Kamar Tidur Plus Rak Buku, Impian Para Kutu Buku


kamra tidur rak buku
Source: joshnnyc.
Untuk para penggila buku, memiliki kamar tidur plus rak buku seperti desain diatas merupakan impian jadi kenyataan. Bentuk desain kamar yang didesain dengan warna cerah dan dipenuhi dengan jendela kaca sehingga kamar tidak kekurangan pencahayaan sangat pas banget untuk kegiatan membaca, akan sangat pas bila ditambah dengan dua buah kursi malas untuk anda dan pasangan anda atau meja baca untuk kegiatan membaca anda.

sumber: http://www.belleinterior.com